Desain Kematian

Lembar demi lembar kehidupan dijalani manusia sesuai dengan takdirnya. berjalan seiring berjalannya waktu. Mendekati pemutus kenikmatan yang tiada hentinya mengintai gerak gerik manusia.
kita baru tersadar kita sedang mencipta takdir kita sendiri. kita sedang memainkan peran yang ditulis oleh penulis skenario terbaik. kita asyik mendesain kehidupan kita tanpa mempedulikan bagaimana desain akhir hayat kita.
Saat usia tak dilihat hanya sekedar angka. 20 30 40 50 atau 60 lebih. saat manusia sibuk merayakan bertambahnya umur tanpa menyadari bahwa jatah hidupnya dikurangi setiap tahun.
Maka pandai-pandailah mengingat pemutus kelezatan kata Nabi. Mengingat kematian.
Rambut kepala yang mulai tumbuh uban, pengelihatan yang mulai buram, kulit keriput yang mulai terlihat tulang atau tubuh yang mulai sakit-sakitan. hal itu pertanda bahwa kita hanya menunggu panggilan.

Komentar
Posting Komentar