Dan lagi

Goresan yang tersusun rapi di atas kertas 

Punah dan menghilang tak berbekas 

Setitik awan putih tak bergeming dalam senyap 


Masa tak terbilang lamanya

Menanti agar berlapang dada

Dengan pintu hati yang terbuka 

Dan telinga yang terbuka lebar mendengar satu azimat. Sabar


Masih saja menanti dalam rindu yang mengharu 

Pasrah dalam takdir yang terukir 

Pasrah dalam waktu yang bergulir 


Malam selalu jadi penanda

Untaian kalimat munajat 

Tuhan Maha Tahu 

Selaksa pinta segenap harap

Melangitkannya lewat sejuknya desir angin 

Hembusan nafas dan mata yang berkaca 

Biarlah Tuhan tahu segalanya 



Komentar

Postingan Populer